Kamis, 08 Agustus 2019

‌‌💠 MULAI HARI INI PENGHUNI (TUJUH) LANGIT DAN BUMI MENANGIS DALAM DUKA 💠

🔹إذا مات العالم بكت عليه أهل السموات والأرض سبعين يوما
🔹"Ketika seorang 'Âlim wafat, semua penghuni langit dan bumi menangisi kepergiannya selama 70 hari".
🔹من لم يحزن لموت العالم فهو منافق ...
🔹"Barangsiapa tidak bersedih dengan kematian ulama', dia adalah munafik....!".
Bersedih dan menangislah, karena wafatnya seorang ulama' adalah suatu perkara yang besar di sisi Allâh ﷻ. Suatu perkara yang akan mendatangkan konsekuensi bagi kita yang ditinggalkan jika kita ternyata bukan orang-orang yang senantisa mendengar petuah mereka. Menangislah, jika kita ternyata selama ini belum ada rasa cinta di hati kita kepada para ulama'.
🔹موت العالم مصيبة لا تجبر، وثلمة لا تسد، ونجم طمس، وموت قبيلة أيسر من موت عالم
🔹"Meninggalnya seorang 'Âlim adalah musibah yang tak tergantikan, dan kebocoran yang takkan bisa ditambal. Wafatnya ulama' laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah (ringan) dari pada wafatnya satu orang 'Âlim".
🔹هل تدرون ما ذهاب العلم قلنا لا قال ذهاب العلماء
🔹"Apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan hilangnya ilmu itu?, kami menjawab: '(kami) tidak tahu', ia berkata: 'Meninggalnya para ulama`' ".
🔹موت ألف عابد قائم الليل صائم النهار أهون من موت عالم بصير بحلال الله وحرامه
🔹"Meninggalnya seribu orang ahli ibadah, ahli qiyam il-lail dan ahli berpuasa di siang hari lebih ringan dari pada meninggalnya satu orang yang berilmu, yang mengetahui apa yang dihalalkan dan yang diharamkan Allâh ﷻ ".
🔹إن الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من الناس ، ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتى إذا لم يترك عالما اتخذ الناس رءوسا جهالا فسئلوا فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلوا
🔹"Sesungguhnya Allâh ﷻ tidak mencabut ilmu dari hambanya, tetapi mencabut ilmu dengan mencabut para ulama'. Sehingga ketika Allâh ﷻ tidak menyisakan satu (pun) ulama', maka manusia mengangkat pemimpin-pemimpin bodoh, mereka ditanya kemudian memberi fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan".
إلى روح شيخ مشايخ إندونيسيا المعمر العلامة الكياهى ميمون زبير
...........lanjut di kolom Komentar 👇

📷 Al Maghfurlah Syaikh Maimoen Zubair dan Syaikh Dr. Taisir Isma'il Ramadhan (UEA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar